Manka membangun jejaring multipihak untuk memperkuat keterlibatan aktor non-negara dalam kebijakan perubahan iklim dengan melibatkan generasi muda, organisasi masyarakat sipil, pemimpin agama, dan calon pembuat kebijakan. Manka berperan sebagai katalis yang menjembatani kolaborasi lintas komunitas dan sektor.
Untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam dialog kebijakan, Manka berkolaborasi dengan Golkar Institute melalui program peningkatan kapasitas calon pemimpin kebijakan, termasuk dukungan beasiswa Young Political Leaders, pelaksanaan survei nasional terhadap 1.200 responden yang mengidentifikasi isu lingkungan, serta forum dialog kebijakan lingkungan di berbagai daerah.

Bersama Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia, Manka mendukung perlindungan hutan tropis melalui penguatan kapasitas pemangku kepentingan, riset perubahan iklim dan deforestasi, kampanye kesadaran publik, penggalangan dana konservasi, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Komitmen Manka dalam meningkatkan kesadaran publik juga diwujudkan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan Unilever dalam kampanye pengurangan sampah plastik pada tahun 2023. Kampanye ini mengedepankan dialog lintas sektor dan edukasi publik untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan di perkotaan.

Menjawab keprihatinan bahwa 60% sampah di kota Jakarta adalah sampah makanan dengan total 2,1 juta ton per tahun, Manka berkolaborasi dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) untuk memproduksi video kampanye kesadaran perubahan iklim yang diluncurkan pada 21 Februari 2024. Pada tahun 2024, Manka juga berkolaborasi dengan LPLH-SDA (Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam) MUI, EcoNusa, dan Ummah4Earth dalam proses pengajuan Fatwa tentang Perubahan Iklim, yang ditetapkan sebagai panduan moral dan keagamaan dalam merespons krisis iklim.