Perkumpulan Mandala Katalika (Manka) berdiri pada tahun 2021 dengan tujuan memperkuat peran pengetahuan, kebijakan publik, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Manka berperan sebagai katalis yang mendorong perubahan positif bagi manusia dan alam melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas keagamaan, generasi muda, dan mitra internasional. Setiap pemangku kepentingan memiliki peran penting, dan Manka berupaya menghadirkan ruang kerja bersama yang konstruktif dan berbasis pemahaman yang holistik.
Dalam perjalanannya, Manka berkontribusi dalam meningkatkan akses pembiayaan iklim di tingkat daerah, memperkuat kegiatan konservasi melalui penelitian ilmiah di lanskap penting, serta mendorong keterlibatan aktor non-negara dalam proses perumusan kebijakan iklim nasional.
Melalui berbagai inisiatif di Aceh, Riau, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua Barat Daya, Manka memastikan bahwa perspektif lokal, kebutuhan lapangan, dan pemahaman ilmiah dapat diintegrasikan untuk menghasilkan pendekatan yang relevan dan proporsional. Inisiatif ini juga membantu memperkuat kapasitas organisasi dan komunitas lokal sehingga mereka dapat menjadi penggerak utama di wilayah masing-masing.
Dengan dukungan mitra dan donor yang mempercayai nilai transparansi, akuntabilitas, dan pemikiran sistemik, Manka terus mengembangkan ekosistem kerja yang kolaboratif dan terbuka. Melalui praktik yang mendorong transformasi dan optimalisasi kinerja berbagai pihak, Manka berupaya memberikan kontribusi yang konsisten bagi upaya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Tujuan utama Manka adalah menjadi katalisator pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Sebuah institusi yang diharapkan dapat memberikan pengaruh positif untuk perubahan yang memiliki visi untuk membawa pengaruh positif demi perubahan yang lebih baik bagi manusia dan alam semesta.
1. Katalis: Menjadi organisasi yang dapat mengoptimalisasi kinerja-kinerja organisasi lain agar memberi dampak, mendorong perubahan dan transformatif.
2. System Thinking: Ada solusi, ada transformasi dan mengatasi akar masalah, holistik, inovatif, dan proporsional.
3. Transparansi & Akuntabilitas: Menjadi lembaga yang dipercaya oleh mitra dan stakeholder.
Aktivis lingkungan dengan 15+ tahun pengalaman isu konservasi di Indonesia
Praktisi konservasi lapangan berfokus pada pengelolaan hutan dan satwa liar
Ahli konservasi biologi dengan 25 tahun pengalaman lapangan lintas wilayah
Profesional keuangan dan administrasi LSM dengan 20 tahun pengalaman
Profesional komunikasi dan PR dengan 15+ tahun pengalaman di jurnalisme
Profesional keuangan dengan 15 tahun pengalaman perencanaan anggaran
Praktisi konservasi dan penulis keanekaragaman hayati, aktif di Kalimantan
Sarjana kehutanan dengan fokus riset biodiversitas dan perlindungan hutan
Praktisi pemberdayaan masyarakat, ahli pemetaan sosial dan M&E
Analis kebijakan dengan 8+ tahun pengalaman kebijakan pendidikan
Latar belakang biologi, berpengalaman M&E dan pengelolaan hibah luar negeri
Profesional lintas sektor dengan keahlian administrasi dan pengelolaan program
Profesional keuangan dan administrasi, berpengalaman isu perempuan dan anak
Profesional pengelolaan hibah dengan pengalaman regional dan internasional.
Praktisi komunikasi & partisipasi publik dengan pendekatan kolaboratif & adaptif